ASJ- KD 3.6 & KD 4.6
Kosep Web Server
Web server adalah sebuah penyedia layanan dengan protocol HTTP. Web server juga dikenal dengan nama HTTP server, menyediakan kemampuan untuk mengirimkan dokumen hyper-text kepada pengguna. Dokumen hypertext itu nantinya digunakan untuk dijadikan tampilan. Web server normal, berjalan di atas port 80. Versi aman dari web server, atau HTTPS server, berjalan di atas port 443. HTTP server biasa, hanya menyediakan akses ke file-file yang berada di dalam folder server HTTP.
HTTPS dilindungi dengan enkripsi sehingga data yang terkirim dijamin keamanannya. Situs-situs web yang membutuhkan keamanan ekstra seperti bank, transaksi, email, penyimpanan file menggunakan HTTPS. Meskipun beberapa tidak menggunakan HTTPS, tapi mau tidak mau web-web kritikal seperti itu harus menggunakan HTTPS demi mendapatkan pelanggan. Ketika HTTP server melayani pengguna, kebanyakan data yang dikirm berformat HTML. Tapi HTML sendiri bekerja kompak dengan file dari format lainya, seperti CSS untuk mengatur tampilan, JS untuk mengatur interaksi, dan tambahan-tambahan lainya seperti gambar.
Biasanya, ketika pengguna melakukan permintaan terhadap HTTP Server, HTTP server membalas dengan menyediakan berkas asli yang ada di server. Tapi, tidak harus seperti itu, sesuai dengan bagaimana HTTP server itu diimplementasikan. HTTP server yang dinamis, apabila ingin menambahkan fungsi-fungsi di sistemnya, bisa melalui dua cara. Yaitu dengan pembuatan ulang software HTTP server, atau menggunakan bahasa pemrograman di sisi server atau server side scripting. Dengan menggunakan bahasa seperti ASP, atau PHP, maka HTTP server bisa menyediakan fungsi yang berbeda-beda tanpa perlu menulis ulang kode untuk software HTTP server itu sendiri.
HTTP server tidak serta merta hanya menyediakan data kepada pengguna, HTTP server juga bisa meminta data dari pengguna baik menggunakan form, ataupun dengan pengunggahan file. HTTP server sekarang tidak hanya untuk menyediakan layanan melalui web server yang berbentuk mesin besar. Sekarang, beberapa alat menggunakan HTTP sebagai antar muka dengan pengguna, seperti router, printer, webcam. Tapi di alat-alat kecil ini biasanya HTTP digunakan dalam jaringan lokal saja.
Jenis Server HTTP
Ada dua jenis server HTTP, yaitu Kernel dan User. Versi kernel dari HTTP server mempunyai kecepatan yang lebih karena langsung terintegrasi dengan OS dan memang ditujukan untuk HTTP server. Sehingga mempunyai akses langsung ke sumber daya tingkat bawah seperti adaptor jaringan, buffer, atau memory. Server HTTP jenis user lebih lama dan terbatas, karena mereka tidak mempunyai akses langsung ke dalam hardware dan sumber daya tingkat bawah. Mereka harus meminta dahulu kepada OS untuk sumber daya, lalu mereka harus berbagi resource dengan aplikasi lainya. Pada sistem Windows, bisa menggunakan IIS, atau di Linux menggunakan TUX.
Ada dua jenis server HTTP, yaitu Kernel dan User. Versi kernel dari HTTP server mempunyai kecepatan yang lebih karena langsung terintegrasi dengan OS dan memang ditujukan untuk HTTP server. Sehingga mempunyai akses langsung ke sumber daya tingkat bawah seperti adaptor jaringan, buffer, atau memory. Server HTTP jenis user lebih lama dan terbatas, karena mereka tidak mempunyai akses langsung ke dalam hardware dan sumber daya tingkat bawah. Mereka harus meminta dahulu kepada OS untuk sumber daya, lalu mereka harus berbagi resource dengan aplikasi lainya. Pada sistem Windows, bisa menggunakan IIS, atau di Linux menggunakan TUX.
Batas-Batas Web Server
Web server terbatas, dia mempunyai keterbatasan tentang berapa jumlah pengguna yang bisa dilayani secara bersamaan. Karena itu biasanya ada lebihd ari satu web server yang disediakan apabila jumlah pengguna yang dilayani sangat besar. Batas-batas web server ini dipengaruhi oleh beberapa faktor:
Web server terbatas, dia mempunyai keterbatasan tentang berapa jumlah pengguna yang bisa dilayani secara bersamaan. Karena itu biasanya ada lebihd ari satu web server yang disediakan apabila jumlah pengguna yang dilayani sangat besar. Batas-batas web server ini dipengaruhi oleh beberapa faktor:
- Konfigurasi Web Server
- Jenis HTTP Request
- Jenis Konten Dinamik atau Statik
- Batas Hardware atau Software
Ketika batas ini tercapai, maka web server akan mengalami macet dan tidak responsif. Biasanya, batas-batas ini tercapai ketika ada beberapa hal yang terjadi.
- Banyaknya pengguna yang terhubung secara bersamaan. Ketika ada pengguna yang terhubung secara bersamaan. Maka sumber daya dari web server akan terbagi-bagi juga dalam saat yang bersamaan. Proses input output memakan waktu yang lama, pembacaan file yang berkali-kali dalam waktu yang tidak jauh berbeda akan membuat web server kehilangan keseimbangan dan akhirnya tidak bisa menyelesaikan permintaan.
- Serangan DDOS atau Distributed Denial Of Service, membuat server kewalahan melayani serangan tersebut. Akibatnya, pengguna lainya tidak akan mendapatkan sumber daya yang diminta.
- Adanya virus yang menyebar melalui jutaan komputer bisa menghambat kinerja dari server. Apabila ada satu juta komputer terinfeksi, maka mereka akan mencoba menyebar melewati jaringan internet, dan salah satu layanan yang juga terkena serangan adalah web server.
- Jaringan yang lambat akan mengakibatkan server memrposes suatu permintaan lebih lama daripada biasanya. Hal yang seperti ini menyebabkan bottleneck, jadi ketika seharusnya server selesai memproses, dia harus menunggu lama karena jaringanya lambat, hinga akhirnya semua beban menumpuk dan server akhirnya down. Beberapa cara juga bisa dilakukan untuk membuat batas-batas web server tidak tercapai. Dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada, dan kemampuan dari web server.
- Mengatur trafik jaringan dengan membatasi sebuah permintaan dengan firewall, dan juga memfilter permintaan HTTP yang buruk, juga melakukan pengaturan bandwidth.
- Web server harus menggunakan teknologi cache, sehingga resource yang sama diminta berkali-kali tidak perlu melewati proses yang lama. Apalagi melewati jalur IO yang padat dan lambat.
- Menggunakan satu web server akan membuat sistem terbebani, namun apabila menggunakan dua web server, maka server satunya bisa beristirahat dan membebaskan sumber daya yang sudah diproses, dan web server lainya mengerjakan beberapa dari tanggung jawab web server satu. Memecah web server ini merupakan salah satu cara yang sangat efektif, namun karena faktor biaya membuat lebih dari web server bukanlah harga yang murah.
Konfigurasi Web Server
Pada kali kita akan menggunakan debian 8 untuk mengkonfigurasi web servernya, berbeda dengan windows kita dapat menjalankan web server hanya dengan mengistall XAPP dan melakukan sedikit konfigurasi pada XAMPP yang dapat dilakukan secara GUI. Disini kita menggunakan console. Untuk mengkonfigurasi Web Server menggunakan debian ada beberapa package/paket yang harus di install terlebih dahulu, package-package tersebuat diantaranya :
- Apache2
- Php5
- Lynx
- Mysql-Server
- Phpmyadmin
Sebelum mengkonfigurasi Web Server di linux debian pastikan kamu sudah mengkonfigurasi Network interface/IP address & DNS Servernya dulu.
Ada beberapa persyaratan yang perlu diperhatikan sebelum kita melakukan konfigurasi Web Server yaitu :
- Pada PC Server sudah terkonfigurasi IP Address sesuai skenario.
- PC client sudah terkoneksi dengan PC Server.
- Pada PC client sudah terkonfigurasi IP DNS Server.
- Pada PC Server sudah terinstal software bind9.
- Pada PC Server sudah terkonfigurasi domain “smkbisa.net” yang diarahkan ke IP Address PC Server dan dua subdomain (tkj.smkbisa.net, cabang.smkbisa.net) yang juga diarahkan ke IP Address Server.
Ketentuan konfigurasi Web Server di debian 8
- IP Address : 172.16.10.1/29
- Domain : nanangpratama.sch.id
- Sub domain : blog.nanangpratama.com
- Domain utama digunakan berada pada Document Root “/home/web”
- Sub domain Document Root “/home/web/blog”
Sumber Referensi :
1. scribd
2. Video
3. Modul ASJ WebServer.pdf

Komentar
Posting Komentar